Wednesday, July 23, 2014



Yahhh...benar adanya...maka sebelum kau mendoakan negara lain maka doakan negaramu sendiri,,


Bagaimana kita bisa “berhenti” ,
ketika televisi 24 jam non stop menyuguhkan informasi-informasi tanpa filterisasi. 
Bagaimana bisa “berhenti” ketika gadget berada digenggaman,
dan bisa mengakses semua tanpa batasan.
Bagaimana bisa “berhenti” ketika tak lagi tau
siapa yang tersakiti, siapa yang ternodai...
Tanpa kita sadari, sesungguhnya kita kelelahan dengan semua ini. 
Tak banyak yang menyadarinya, 
dan ktika menyadarinya pun tak banyak 
yang mau berhenti “mencari” apa yang seharusnya tak perlu dicari. 
Dan pada akhirnya pun,
perkataan-perkataan keluar dari mulut-mulut yang haus akan segelas air putih. 
Masih bertanya mulut-mulut siapa??
Mulut-mulut mereka yang masih “mencari” apa yang seharusnya tak dicari.

Kini aku kembali merasakan bagai bijak tak bertuan...
Mengais pagi yang tak kunjung mati...
Menangis sekali untuk kita yang terdzalimi...

Tak ada yang bisa ditutupi ketika cahaya menembus pandang cela di balik kemeja tipis yang dikenakan, katanya itu kemeja mahal....
buatan negeri sebrang, 
hadiah dari negeri adi daya.

Suara itu bergemuruh di balik bajuku, 
baju yang kugunakan sudah sangat tebal 
tapi tak bisa menyembunyikan suarah gemuruh itu. 
Apa kalian mendengarnya....?
Semua pasti bisa mendengarnya, 
kecuali kalian yang “TULI” dan "MATI HATI".


Disuatu malam, di kota Malang,
untuk Negeri yang Malang tapi selalu aku “banggakan”




"Akan datang kpd manusia tahun-tahun yg penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yg amanah dikhianati" (HR Al Hakim)

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright 2010 dare 2 DREAM.

Theme by WordpressCenter.com.
Blogger Template by Beta Templates.