Kali ini aku berbagi pengalamanku saat berkunjung ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Kunjunganku kesana bukan karena aku sedang jalan-jalan dan liburan. Jadi saat ini aku sedang dalam proses menyelesaikan Tesis di program magister teknik di salah satu Universitas di Malang. Dan topik yang aku bahas untk penelitianku kali ini menggunakan TNTP sebagai lokasi penelitiannya. Pokoknya Tesisku temanya tentang investasi gitu pemirsa. Aku selalu tertarik dengan hal-hal yang berbau uang *sambil endus-endus uang*.
Buat yang belum tau and belum gugling apa itu TNTP, aku informasikan buat kalian kalau TNTP itu adalah Taman Nasional yang merupakan ibu kota orangutan terbesar di dunia, satu-satunya di dunia lho pemirsa, gimana gak bangga coba jadi WNI. Ya walaupun negara tetangga kita juga punya tapi TNTP ini adalah yang terbesar dan satu-satunya yang konsepnya adalah habitat asli. Maksudnya gima sih habitat asli?? jadi di TNTP ini orangutan nya memang dibiarkan hidup di hutan belantara yang sudah menjadi kawasan TNTP. Jadi beda dengan penangkaran orangutan atau yang biasa kalian lihat di taman safari dan kebun binatang. Makanya perilakunya pun juga liar karna mereka memang tidak direncanakan untuk dididik. Meraka benar-benar orangutan dengan segala kebiasaan dan perilakunya di alam bebas. Jadi waspadalah jika berkunjung ke TNTP karena kapan saja orangutan bisa melakukan tindakan yang tidak kita duga,tapi jangan takuttt...kan tiap perjalanan pasri ada ranger yang mendampingi. Ranger itu apa??jadi ranger itu seperti pawang, mereka yang bisa mengkondisikan si orangutan jika melakukan tindakan yang berbahaya.
Seperti biasanya, aku akan bercerita melalui foto-foto yang aku tampilkan (alesan karna males ngetik).
 |
| Pelabuhan Kumai |
Start perjalananku dimulai dari rumahku menuju ke kantor Balai TNTP yang ada di Kumai untuk melapor bahwa aku akan melakukan penelitian dan menyerahkan surat ijin masuk kawasan TNTP untuk peneliti yang sudah diberikan di kantor Balai TNTP kota Pangkalan Bun. Setelah proses lapor melapor dan interview usai, aku langsung menuju pelabuhan Kumai. Foto di atas itu adalah salah satu sisi pelabuhan Kumai yang digunakan untuk perahu-perahu motor bersandar menunggu penumpang. Kalau untuk pelabuhan besarnya ada di sisi bagian lainnya.
 |
| Gak cuma oarang aja yang diangkut, sepeda motor pun bisa naik perahu motor ini XD |
 |
| Pose bersama bocah-bocah yang baru pulang sekolah :) |
 |
| Yang meringis pake topi itu adalah Mas Naryo, petugan BTNTP yang mendampingiku |
Setelah melaju dengan perahu motor dan menjauh dari Kumai, perahu sudah berada di sebrang Kumai dan mulai masuk ke sungai-sungai kecil. Ada yang menarik perhatianku adalah, adanya rambu-rambu di sepanjang sungai yang beberapa kali aku temui. Ternyata ini digunakan untuk memandu pengemudi perahu untuk sampai ke lokasi tujuan, fungsinya pasti sama kayak rambu-rambu lalu lintas di jalan raya yang biasa kita jumpai.
 |
| Salah satu rambu-rambu lalu lintas sungai |
|
|
(Bersambung)
0 comments:
Post a Comment