Holla pemirsaa...long time yah gak nulis di blog ini. Hasrat menulis sebenarnya banyak tertahan di angan-angan. By the way tulisanku kali ini tentang Bapak, aku menyebutnya "Cerita Tentang Bapak". Tapi yang perlu kalian tau, ini tentang Bapak ku :) bukan bapak-bapak di luar sana :D, ini tentang bapak yang telah mendidik ku, mengajariku banyak hal dan berbagi tentang pelajaran-pelajaran hidupnya. Mungkin akan ada banyak cerita tentang bapak di blog ini, karna semua kisah yang aku lalui bersama bapak adalah momen yang berarti dan tidak ingin aku lupakan.
Kemarin, 12 November 2018
Pukul 12.18 WIB, ponselku berdering, dan nama Home muncul di layar ponsel. Aku sempat ragu dan butuh beberapa detik untuk memastikan bahwa itu adalah nomor rumah kedua orangtuaku sampai akhirnya ku jawab panggilan itu.
"Hallo" sapaku
"Hallo, lagi apa nduk?" suara yang sangat familiar, suara yang selalu kurindukan, itu suara bapak.
"Kok pake telpon rumah?ntar mahal lho bayarnya, biar aku telpon bapak"
"Oh iya telpon balik ya soalnya pulsa bapak pas habis" dan sesi percakapan terputus.
FYI kedua orangtuaku tinggal di Kalimantan jadi kami memang jarang bertemu, apalagi setelah aku menikah dan ikut suami di Batam, momen kami bisa bertemu dan berkumpul bersama adalah lebaran beberapa bulan lalu. Kami sering melakukan video call untuk mengobati rindu bertemu satu sama lain. Apalagi kedua orangtuaku suka kangen sama anakku.
"Hallo, Assalamualaikum"sapa bapak begitu menjawab panggilanku.
"Walaikumsalam,ada apa pak?"
"Lagi istirahat kan ini?sudah makan?"tanya bapak
"Iya lagi istirahat, belum makan, habis ini mau keluar beli makan, ada apa pak?"aku kembali bertanya
"Ini bapak mau bikin ajang viral enaknya buat dimana ya biar bisa ada group nya gitu dan semua orang bisa lihat"
"Maksudnya ajang viral gimana?"
"Jadi bapak mau bikin kegiatan yang bisa diviralkan, dari satu sekolah ke sekolah lain, sekolah satu menantang sekolah lainnya untuk bikin kegiatan yang seperti sudah dilakukan sama sekolah penantang, nanti bisa viral gak di Indonesia saja tapi di dunia juga" aku mencoba memahami penjelasan bapak yang apa adanya. Aku tau beliau tidak akan menghubungiku jika sudah tau apa yang harus beliau lakukan.
"Jadi bapak mau buat wadah atau komunitas yang nantinya jadi tempat untuk memviralkan suatu kegiatan?"tanyaku memastikan
"Iya"jawabnya
"Dalam bentuk apa bapak ingin memviralkan? artikel atau foto atau video"
"Video tapi tidak menutup kemungkinan artikel dan foto kegiatan?"
"Kalau gitu bapak bikin group aja di FB, group tertutup yang bisa dikelola dengan menyeleksi orang-orang yang pengen bergabung dengan group, tujuannya agar anggota group bukan orang-orang yang tidak punya kepentingan, tapi harus dikelola groupnya, ada admin yang bisa fast respon menanggapi di group itu"
"Adminya siapa?bapak gaptek,adikmu gak mungkin karna dia sekolah aja pulang sampe sore"
"Kan gak harus standby 24 jam pak?ya mungkin 2-3 jam baru bisa merespon kam gak masalah"
"Oh jangan, terlalu lama membiarkan seseorang menunggu respon selama itu, kita tidak akan pernah tau bahwa selama durasi dia menunggu respon akan ada banyak hal yang bisa terjadi, asumsi-asumsi yang bisa muncul dengan tak terkontrol"
"Berarti bapak harus mengajak orang lain untuk mengelola akun itu, atau sekalian aja kalau gak mau buat group di FB, langsung buat akun youtube aja. bapak juga bisa dapat bayaran dari youtube kalo jumlah subscriber dan viewernya banyak. Aku gak tau pasti jumlah subscriber sama viewers minimalnya berapa, tapi kalau mendayung 2,3 pulau terlampaui, why not"
"Berarti bapak harus ngajak kerjasama karna gak mungkin bapak sendiri yang menjalankan, bapak gaptek dan kamu juga gak mungkin bisa standby setiap waktu untuk ngurusi urusan bapak"
"Emang bapak mau ngajak kerjasama siapa? cari partner yang memang sejalan dengan tujuan bapak, tujuan utamanya bukan duit kan? tapi bagaimana gerakan positif yang bapak tularkan bisa viral dan menular seantero jagad raya"
"Iya, bapak sudah punya gambaran mau ngubungi siapa, mungkin Coca cola foundation sama Bukalapak. Karena kemaren waktu bapak diundang ke acara mereka, mereka banyak kasih ilmu seputar ini juga" dan obrolan kami hampir selesai sebelum akhirnya aku mengakhirinya.
Kalian tau kenapa aku ingin menuangkan ini dalam blog? just make sure, jika suatu saat mimpi-mimpi bapak terwujud dan ada pihak-pihak yang dengan sengaja ingin menjatuhkan beliau. Here i'am...aku dengan tulisanku akan bersuara, bahwa aku adalah salah satu bagian dari saksi hidupnya yang ingin semua orang tau bahwa bapak punya mimpi tentang ini, tentang hal yang sebenarnya aku belum banyak tau karna aku tau bapak tidak ingin menceritakan lebih detail karna memang belum waktunya. Bapak di usianya yang senja yang seharusnya hanya tinggal duduk manis dan menikmati sisa hari tuanya, tapi belum bisa dilakukannya, karena masih HARUS mengejar mimpi.
ditulis di Batam, di kantor baru Tanjung Riau....
Monday, November 12, 2018
Subscribe to:
Comments (Atom)
